Animated  Sparkly Love Heart

Rabu, 17 Oktober 2012

Aku, dan Sepeda Unyu-Ku

eh, mi.. jadi deg-degan nih rasanya, kataku sambil mengambil nafas dan berlahan mengeluarkan segenap kecemasan yang menggunung , sejak ifa kasih tau kalo hari ini my Spongebob bakalan balik ke tempat selama 3 tahun, ia belajar.
tenang aja, ca.. ini kesempatan langka kamu buat liat ya.. masa-masa terakhir dia di putih abu-abu, jawabnya santai.

sambil mengatur nafas yang sedari tadi berkejaran dengan rasa yang gak karuan ini, aku dan mimi tetap menuruni anak tangga untuk melakukan suatu yang hal yang mulai jadi kebiasaan akhir-akhir ini..
deg, perasaan gila yang muncul kembali, mata yang tajam itu menatapku tepat dengan busur yang memanah seakan tak mau kehilangan mangsanya, sedetik lebih rasanya dua pasang mata berbincang asing, hingga aku tetap untuk menuruni anak tangga dengan langkah cepat, sedangkan setelah keluar dari lobi, aku berlari dan menyusul mimi yang sudah ada di depanku,,
aaaaaaaaaa!!!! aku berteriak sambil berlagi karena shock, seneng, sedih, campur aduk rasanya kalo kayak gini,.
eh, ca kira-kira dong lu, liat deh tuh guru jadi bingung sendiri ngarti ! ngeliat  kamu jingkrak-jingkrak ga jelas, gerutu mimi. mimi yang sedari tadi sedang mencari-cari plat nomor dengan motor vixion warna merah, tak menggubris tingkahku yang makin aneh saja, sekejap aku langsung menyadari rasa aneh pada diri mimi, teringat akan sesuatu bahwa kembaran dia juga datang, tapi mimi sedang sibuk dengan mata yang minus itu, dia tetap mencari..
nah, ini dia ! tapi kok helm.nya dua ? sekejap aku kaget melihat keanehan yang terjadi pada raut mukanya yang tersimpan beribu kisah, yang terkadang aku sendiri merasa sesak yang amat ketika mendengarnya.

aku dan mimi terus berjalan menyusuri tangga-tangga kecil yang mulai lenggang dari kakak-kakak yang sudah memutuskan untuk pulang ketika sudah menempelkan 3 jarinya di atas surat yang menandakan bahwa mereka sudah LULUS ! ayo, mi cepet kayaknya udah ada guru yang masuk, seketika itu, sepertinya mimi yang sedang melamun entah sedang memikirkan kejadian tadi atau yang lainnya ngeloyor pergi ke kelas tanpa jabat tangan ala pejabat tinnggi yang biasa kami lakukan.

*****

kenyataan yang harus ku alami adalah ketidaktenangan ini menjadi salah satu pemicu mengendurnya perhatianku terhadap guru yang sedang mengajarku kini, entah sedang membicarakan tetang apa.. tapi saya tetap memandanginya walupun tak tau apa yang dia ucapkan..

ca.... caca.. ca! suara lirih dari arah agak jauh dari sebrang mejaku melambai-lambaikan sedikit jarinya yang lentik yang tak kusadari sumber suara merdu yang tertahan itu adalah ayu. ca, caca..!!! terus saja Ia melambai hingga membuyarkan lamunanku.. sambil iya berbisik hingga isyarat dengan tanganpun tak kuketahui apa maksud dia membuatku bingung dan was-was karena sedang ada guru yang sedang mengajar. setelah pergantian jam, ayu mendekati mejaku yang ada di depan, eh ca! gila lo ya, gue udah panggil-panggil gak denger pake bahasa isyarat yang paling gue anti, lo tetep ga mudeng, ga klik lo sama gue.. dia terus saja, mengomeliku dengan tatapan kesal serambi berusaha mendekatiku.. caca, gue nebeng lo pulang ya, please gak ada yang jemput nih gue, gak ada tebengan yang lain juga.. awalnya saat mendengar kata 'nebeng' aku sama sekali gak maksud, setelah ada kata berikutnya, aku baru paham kalo dia pengen bonceng sepeda unyu saya :3. alhamdulillah ga ketahuan gak gaholnyaaa xixixixi dalam hati tertawa.
oke, yu boleh aja, asal kamu yang jadi supir ya, aku ga kuat menompang badanmu dengan sepeda unyu-ku, jadi saya persilahkan pada "puteri ayu" untuk mengunnakan dan memboncengkan sang pemilik sepeda unyu.. gimana yu? setuju? menari-nari di hatiku bisa menjahili ayu,,
oke.oke setuju dan deal ! lagian juga cuma sehari doang kok, no problem, gak akn bikin kulit kuning langsat gue memudar.. dengan gayanya memutir-mutirkan rambutnya beranjak dari meja-ku karena sudah ada guru yang datang.

*tes..tes.. tes dengan akan diadakannya rapat guru-guru, maka anak hari ini kalian belajar di rumah  lebih awal.. terima kasih*

seketika, itu seluruh gemuruh terdengar karena adanya teriakan dari kesengangan  yang mereka pancarkan, tanpa mendengar apa pesan sang guru, dia akhir pengumuman itu, langsung saja ayu mengagetkanku dengan nadanya yang cantik agak menggelitik. ayoo, bos-ku kita pulang, udah gerah nih gue dengan suasana kelas yang gak nyaman.. siaap mbak supirr, eh tunggu dulu, biasanya kamu hangout sama temen-temen geng gelis kamu itu ? tanyaku penasaran, dan menunggu jawaban
seolah matanya mulai mengeluarkan sebutir mutiara yang jatuh di pipi mungilnya itu, membuatku keherannan dan semakin takut saja.. eh, yu kamu gapapa tho ? dengan logat seasalku.
dia segera mengusap mutiara yang tadinya jatuh entah apa yang sedang ia pikirkan. cepetan atau gue berubah pikiran buat gak jadi supir lo ! gerutunya agak marah.

di perjalanan menuju rumah ayu, kami hanya bisa diam membisu dengan seribu-satu pertanyaan di benak kita masing-masing. setelah sampai di gang ayu,, dia sontak langsung berlari tanpa mengucapkan sepatah katapun, melihat keadaan itu, aku menjadi semakin bingung saat pertanyaan yang muncul di benakku bertambah. hingga sampai kerumahpun aku masih memenuhi pikiranku tentang ayu.

^^^^kembali ke Sekolah^^^^

kembali ke rutinitas anak sekolah yaitu belajar dan mengerjakan Pe-eR :D
kesalahan mungkin terjadi padaku, pada saat nilai bahasa inggris kemarin dibagi dengan hasil yang membuat pikiranku tak tersaring dari hal-hal yang bisa membuatku depresi. "eh, ca kamu di panggil bu eno tuh.." sergap  wendy yang mengganggu kedepresianku.
sudah kuduga hal ini akan terjadi, sama dengan semester lagu, nilaiku jeblok dalam bahasa yang notabene adalah bahasa dunia ini, terkadang sering bermunculan rasa sesal karena tidak teralu menghiraukan bu eno mengajar sewaktu di kelas, karena bagiku itu sangat amat membosanka ! pikiran bodoh itu yang terus menghujani perasaan bersalahku pada bu eno, di kantor aku secara eksklusif di ajarinya dengan sabar, meski hati dan pikiran ak benar-benar dalam ruang yang sesak karena banyak anak yang sering mendapatkan juara atau ranking dikelas yang meminta hasil Ulangan Semester, selalu saja begitu.. u.u

kebosananku tidak hanya berujung pada nilai bahasa inggris yang nyatanya aku mendapat nilai terendah di kelas, benar-benar malu  pada teman-temanku yang senantiasa mengajariku pada mata pelajaran yang membuatku terlihat paling bodoh di kelas. membekunya suasana kelas yang tadi riuh riang memudar saat dela datang dengan tatapan sinis yang membuatku agak menjauh darinya, dengan sebuah kertas yang ku kenal, yaitu nilai mata pelajaran yang benar-benar ku takutkan, karena aku belajar dengan sekuat yang kupunya, dengan kerja keras dengan dibantu oleh Allah Swt. dela membacakan setiap nama beserta nilai juga rankingnya. entah diamanapun yang ada disituasi ini harus menerima dengan lapang apakah akan kalah perang atau berjaya dan akan mencoba terus maju?
tibalah namaku dipanggil setelah menerka-nerka hasil yang ada, maju? atau tetap menjadi bodoh?
QUINSHA LIEFATA dapat 76 ranking 11. dalam hati pengeen banget teriak ngeliat dengan adanya usahaku tanpa ada sedikitpun lirik-lirik saat ada di ruang test. sungguh senangnya hatikuuu :3 walaupun dengan nilai nge-press.
menjadikan moment remidi adalah hal yang paling menyebalkan, berharap aku bisa seperti si Khisha yang jenius tanpa belajar serius. terkadang iri sekali melihat ketentraman hati kalo liat dia yang sebegitu jeniusnya, sedangkan aku? plak, eh, ca gausah bengong lo, mau remed bahasa inggris ga? atau udah puas dengan nilai kemerdekaan ? celetuk mimi asal.
"eh, gila lo mi, ga kira-kira sakit tau! kamu pikir saya seneng bolak-balik ambil kertas, mondar-mandir ke kelas-kelas berasa penting bangeeet, mending pusing mikirin lomba yang setiap tahun diadain disekolah dengan partner orang-orang jenius, boro-boro bisa gitu, guru ngasih kesempatan remed-pun bersyukur bangeet," sesalku dengan tampak bak pujangga yang meratapi nasibnya.

sesal-ku tak kunjung padam, ketika memikirkan ibu dan bapakku, bersusah payah dia membiayai sekolahku dengan kerjakeras dan kasih sayangnya, memberikannya dengan tulus, dan membanggakanku di luar sana ! sungguh malu aku rasanya dan tambah rasa sedihku itu kian menjadi-jadi, hingga saat remedi berlangsungpun aku masing berkecambuk dengan perasaan sesalku.

*****memulai yang baru****

kekecewaan yang membelenggu kalbu
kian menusuk hingga tersentuh hati kecilku
berkata: kamu bisa maju, berbahasa seakan dia membantu
kerasnya batu yang ada di tepi dekat perahu
sekeras hatiku dulu seperti batu
tak obahnya pendirianku terhadap waktu
hingga kini telah berlalu
sesalku,tiada berlalu..
namun semngatku masih baru
memulai hari tanpa senyumanmu
menemui pagi tanpa hangatnya hadirmu..
sudah berlalu..
bangkitlah semangat baru :)
ayo caca unyu :3

"ca, jangan nglamun mulu napa, dengerin tuh guru lagi di depan, jangan cuma nulis penyesalan atau apapun itu di kertas di realisasikan dong.." celetuk salsa yang berbisik ngomongnya karena takut ketauan guru.
"eh, biarian aja.. aku bakalan merealisasikannya tau.. liat aja nanti" dengan semangat menjawab pertanyaan dari salsa tapi masih dengan volume terkecil.
----tiba-tiba-----
buuk.. auuuwww sakit pak ! rintih pedo
saat itu juga aku dan salsa yang sedang membahas hal yang melenceng dari pelajaran, langsung tersentak dan memperhatikan ke depan.. sementara pak alif masih dengan ekspresi tidak nyaman karena tidak ada yang memperhatikan, sementara pedo yang sedari tadi juga asyik ngobrol dengan tidaz itupun berubah raut mukanya menjadi merah dan sama, rasa bersalah..

setelah pak alif melemparkan sebuah spidol hitam itu ke arah pedo, semuanya diam dan memperhatikan, padahal aku tau.. kalo di kelas ada satu lusin spidol pasti aku juga kena.. dan salsa juga.. selepas pelajaran pak alif sang ketua kelas "adib" meminta maaf pada pak alif.
***teng teneng.....teeeeng..***
suara bel istirahat berbunyi dari sebuah alat yang terbuat dari besi dan pemukulnya karena listrik padam. semuanya langsung keluar kelas tanpa memperdulikan pedo dan tidaz yang masih merenung, sebenarnya dalam hatipun agak merasa bersalah.. hehehe maafkan sayaa :)




@bersambung............ :)

3 komentar:

  1. Ko bersambung si mas? lanjut yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih nana, udah mau baca wkwkwk :3
      hahaha kalo ada wkatu senggang lagi nyambung ok ? :D

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus