Tegal, 2 April 2013
Aku tak pernah bermimpi menjadi seorang pelari,
menjuarai suatu lomba atau bahkan bisa menembus rekor dunia. Suatu alasan yang
membuatku untuk sesering mungkin berlari..
jangan ikuti jika memang ini buruk. Tapi aku hanya
akan berlari untuk beberapa hal. Untuk menghilangkan sesuatu yang ada di hati,
pikiran dan benak pada masing-masing orang.
Cerita ini mungkin terlalu rumit untuk dibaca, tapi
hanya akan membuat kalian yang membacanya sedikit pusing pada tulisanku yang
terlalu rumit ini. Sekali lagi, jangan salahkan aku!
“Aku dan Para Pelari”
Aku sudah
berlari...
Sedikit
menyakinkan diri, menjauh.
Merapatkan
pada suatu yang mudah goyah.
Mencerna, tapi
itu tak mudah.
Aku sudah
berlari, seperti para pelari
Melampaui
kepercayaan diri.
Mengubah
bahasa menjadi nyata
Merombak mimpi
memulai hari
Aku sering
berlari..
Bukan hanya
untuk mencapai keputusan
Juga bukan
sebagai pelampiasan
Hanya saja aku
ingin..
Kata Para
Pelari,
Aku harus
menatap ke depan.
Berlari maju,
bukan mundur!
Atau melarikan
diri!
Kata Para Pelari,
Aku hanya
perlu melangkahkan kaki
Bercengkrama
dengan bumi..
Bukan,
menginjaknya
Tapi menatap
harapan pasti.
Kata para
pelari
Mereka tak
pernah bermimpi untuk menjadi pelari
Tapi
pelari-pelari akan menjadikannya sebagai pembuka jati diri
Mencari, dan
mencari...
Aku dan para
pelari..
Bukan menjadi
plagiat dalam memotivasi diri
Menjadi
seorang pelari, seperti kata mereka :
“ bukan mimpi,
dan tak pernah bermimpi!”
***** *****
Aku tak pernah
ingin di dengar, ketika ada seseorang bertanya. “kayak lari marathon aja”
katanya padaku saat aku benar-benar berlari. Aku hanya menjawabnya singkat. “aku
ingin,”
Hal yang
banyak dan harus kuperbaiki saat berlari..
Aku harus
memandang sekitarku, aku ingin semua orang melihatku biasa saja. Padahal aku
ingin melepaskan semua beban yang ada. Karena aku tidak mau perasaan senang
atau sedih bertahan terlalu lama, karena rasanya sakit. Aku ingin semuanya
pergi saat ku sudah berlari....
Berlarilah
dengan pelari-pelari !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar